I Amsterdam

I Amsterdam

Canal Tour

Canal Tour

Terowongan

Terowongan

Untuk yang ketiga kalinya, saya dan istri kembali mengunjungi kota Amsterdam, the Sin City. Kota yang bernama asal Amstelledamme [1] ini bisa dibilang tidak pernah sepi pengunjung. Wisatawan dan penduduk lokal berbaur dan berkumpul disepanjang pertokoan, rumah makan dan pusat kota dekat Rembrandt monumen. Sebagaimana tujuan awal, perjalanan pertama kita mulai dengan mengelilingi kota Amsterdam menggunakan kapal penumpang dari Rederij Plas.

Tur 1 jam melalui air ini mengantarkan kita berdua pada tempat-tempat bersejarah dan eksotis disepanjang kanal-kanal yang melewati kota Amsterdam. Sebagai kota yang terkenal dengan 100 kanal dan 1000 jembatannya, kehidupan kota ini memang tidak lepas dari pengaruh dan keberadaan kanal-kanal tersebut. Rumah perahu yang indah, bangunan-bangunan unik, jembatan-jembatan serta terowongan-terowongan yang tersebar disepanjang kanal membuat pemandangan melalui air di kota Amsterdam terasa menyegarkan dan juga romantis tentunya :) .

Madame Tussaud

Madame Tussaud

Jennifer Lopez

Jennifer Lopez

Sebenarnya setelah canal trip, kita punya rencana mengunjungi Madame Tussaud di pusat kota Amsterdam, tapi setelah melihat-lihat, kita agak tertarik untuk mengunjungi Amsterdam Dungeon, sebuah atraksi yang awalnya sama sekali ngga kebayang apa isi didalamnya. Setelah memutuskan dan menimbang-nimbang apakah kita akan memilih atraksi ini atau mengunjungi Torture Museum saja, kita berdua akhirnya memberanikan diri masuk ke tempat ini, yang ternyata merupakan tempat hiburan bernuansa horor dan sangat menyeramkan atau lebih tepatnya mengerikan karena apa yang ada disajikan disini sama sekali tidak mengedepankan unsur mistis, melainkan ekspresi sejarah kelam bangsa Eropa dalam wujud inquisition dan cerita-cerita ‘hitam’ diseputarnya. Informasi lebih lengkap mengenai atraksi ini dapat ditemui di [2].

Saat awal masuk saja, kita diminta untuk berfoto dengan pose akan dipancung. Nelly memegang pisau besar layaknya Reaper yang akan segera mencabut nyawa sang korban. Tapi sayang :( , karena masalah kamera, foto tersebut ngga jadi. Kita berdua, bersama pengunjung lain dari Jerman (5 orang) dan Belanda (2 orang), mengawali atraksi ini dengan menaiki elevator turun 4 lantai kebawah. Yang menggelikan dan pastinya menegangkan buat Nelly adalah tampaknya para ‘dedemit’ Amsterdam Dungeon menyukai Nelly dengan seringnya menjadikan istriku ini sebagai obyek untuk ditakut-takuti, hi..hi..hi..

Setelah itu kita semua harus menunggu di ruangan penyiksaan menyaksikan beragam alat siksa replika peninggalan masa-masa inquisition yang versi aslinya dapat ditemui di Torture Museum. Disana pula kita dikumpulkan dalam satu ruangan, diceramahi dan dijelaskan oleh seorang priest bagaimana alat-alat tersebut digunakan pada manusia. Selanjutnya kita diarahkan dan ditipu untuk menjadi budak oleh Soul Mercant yang kemudian menggiring kita menuju kapal VOC untuk dipekerjakan disana. Didalam kapal tersebut kita dipertontonkan dengan adegan sadis operasi pemotongan organ secara kasar karena tidak adanya cukup pengetahuan pada masa itu untuk melakukan operasi yang sesungguhnya. Setelah puas dengan pemandangan aneh itu :) , akhirnya kita menuju ke Council of Blood, sebuah tempat untuk mengadili dan menghukum secara sadis para pendurhaka, pencuri dan pembunuh. Ditempat ini, Nelly kembali jadi pusat perhatian dengan dua kali diadili karena alasan yang tidak masuk akal :) .

Setelah selesai diadili, Nelly diminta untuk masuk sendirian kesebuah ruangan gelap yang ketika dia mau masuk, pintunya tiba-tiba terbuka dan menutup dengan sendirinya :) . Karena takut dan menyeramkan, akhirnya Nelly diizinkan masuk berdua dengan saya. Walaupun mau diizinkan atau tidak, saya tetap akan nemenin dia kok hi..hi..hi.. Ditempat ini, kita berdua merasakan pengalaman spektakuler yang baru pertama kali kita rasakan ditempat sejenis ini. Diruangan gelap dengan sedikit cahaya ini, kita diperdengarkan cerita mistis dan menyeramkan. Lalu tiba-tiba, byar.. lampu padam dan sang pencerita sudah berada ditempat lain. Kali kedua lampu padam dan ternyata sang pencerita sudah tidak ada. Lantas, kita melihat lilin bergerak dengan sendirinya, suara retakan dari bawah tempat duduk, angin dingin bertiup dari belakang dan yang paling seram suaru derit pintu yang kemudian diikuti dengan ketukan keras dan diakhiri dengan suara pintu terbanting-banting selama beberapa lama disamping kita. Semua terjadi dalam kondisi cahaya remang-remang. Dan entah sengaja atau tidak, tempat duduk dimana Nelly diarahkan untuk duduk adalah tempat yang bergerak paling kencang dan menimbulkan suara derit yang menyeramkan hingga membuat Nelly berulang kali teriak ketakutan.

Belum selesai rasa tegang yang kita alami, kita sekelompok selanjutnya segera diarahkan menuju Amsterdam Labirinth, sebuah rumah kaca yang harus kita telusuri. Yang unik ditempat ini adalah saat kita berjalan, disalah satu kaca muncul pula bayangan ‘dedemit’ yang membuat suasana perjalanan menyusuri labirin ini terasa lebih menegangkan. Setelah berhasil melewati labirin gelap kota Amsterdam, kita masuk ketempat dimana disana dipertontonkan kondisi kota tersebut antara tahun 1663 dan 1664 saat penyakit menular menyerang kota ini dan menewaskan 24.148 jiwa di kota Amsterdam saja. Sehabis melihat diorama ini, kelompok ini dibagi dua menuju ke arena Reaper Drop Ride. Ditempat ini kita menaiki kendaraan jet coaster yang berjalan menukik dan berbelok-belok melalui lorong-lorong gelap dibawah tanah Amsterdam Dungeon. Setelah melalui turunan tajam akhirnya kendaraan ini berhenti dan kita segera keluar mengakhiri seluruh atraksi ditempat ini selama kurang lebih 1 jam.

Sex Museum

Sex Museum

Red Light at SM

Red Light

Setelah beristirahat sejenak dan melihat pertunjukkan jalanan di pusat kota Amsterdam, kita menuju ke arah jalan Damrak untuk mengunjungi the world’s first and oldest sex museum, the “Venustempel” in Amsterdam. Museum dengan tema seks ini menginformasikan kepada pengunjung sejarah seks dari masa ke masa disertai dengan sejumlah besar koleksi foto-foto, lukisan, gambar, obyek-obyek, rekaman, dan bahkan atraksi-atraksi khusus :) . Sebelum mengakhiri perjalanan di kota Amsterdam ini, kita berdua kembali mengunjungi tempat yang paling terkenal di kota ini, Red Light District, untuk sekedar memuaskan rasa ingin tahu kita berdua. Ditempat yang dominan dengan bau ganja ini, kita berdua memutuskan untuk segera pulang dan mengakhiri penjalanan experiencing the dark of Amsterdam. Saat hendak pulang, hampir saja terjadi kecelakaan didepan mata kita berdua disebabkan seorang turis asal Korea Selatan tidak hati-hati menyeberangi jalan dan hampir saja ditabrak oleh Trem yang sedang melintas. Untungnya Nelly yang tampak terkejut segera berteriak keras kearah orang tersebut. Uniknya, setelah kejadian ini kita berdua dan Byung-Gue Park, si turis asal Korea Selatan ini, malah saling berkenalan dan bertukar alamat email :) .

Jika diambil hikmahnya, perjalanan yang tidak biasa dari tempat ini memang menyajikan banyak sekali pelajaran dan pengetahuan. Sebuah perjalanan yang tidak hanya membuka wawasan dan pengalaman tapi juga pengertian bahwa ternyata manusia, sejak awal keberadaannya hingga detik ini tidak pernah luput dari kesengsaraan dan penyimpangan. Mungkin disebabkan kita manusia, kita sanggup membuat kesengsaraan diluar batas kemanusiaan, karena tampaknya buat binatang sekalipun, tidak ada kesengsaraan yang dibuat oleh mereka berada diluar batas kebinatangan.

Referensi:

  1. http://www.amsterdam.info/basics/history/
  2. http://www.thedungeons.com/en/amsterdam-dungeon/guide.html#content
  3. http://europeforvisitors.com/amsterdam/articles/amsterdam-dungeon.htm
  4. http://www.geocities.com/christprise/holy-inquisitions-2.html


6 Responses to “Menyelami ‘the Dark Amsterdam’”  

  1. 1 anggi

    hai lesky, salam kenal ya..
    seru amat sih jalan-jalannya..kapan2 gw diajak dong, itung2 nemenin nelly teriak2 kalo ke tempat serem lagi hehehehe
    ayo, banyakin jalan2 lagi, biar gw bisa bayangin dari sini. Maklum deh, baru bisanya ngayal, hehehe
    Kan nanti kalo siaran, gw bisa cerita soal tempat2 di luar negri, sok-sok an gw yg pergi hehehe
    thanks lesky..
    ayo jalan-jalan lagi!!!!

  2. 2 lesky

    salam kenal juga ya Anggi…
    pengennya sih gitu nggi, kalo bisa jalan, selalu saya usahain nulis kok..
    btw, segala sesuatu dimulai dari ngayal kok, siapa tau kita bisa ketemu disini..

  3. 3 anggi

    huhuhu iya ya? semoga deh..pegel juga soalnya kelamaan ngayal hehe

  4. 4 amhalia

    wah seru artikel dikau Ki.
    cool.

    -eka-

  5. 5 nelly

    sayang ga diceritain, gimana pas pertama kali kita semua kaget, pas dijemput ama “petugas” yg lebih mirip kuntilanak itu….
    haaaha
    gimana semuanya pada mundur2 dan berusaha ngehindari mata dia, dan gw yg kepilih untuk masuk sendirian pertama kali huuhhuhuuhuhhuhuhuhu

  6. foto2 yang di red light kok cuman satu, yang lainnya mana ?
    *celingak-celinguk*


Leave a Reply