Tampak Atas

Tampak Samping

Tampak Atas

Tampak Atas

Sebenarnya sore ini saya sama sekali tidak ada niat untuk masak atau mencoba resep apapun. Tapi setelah istriku ini meminta dengan sangat melalui rayuan mautnya :) , akhirnya saya kembali mencoba membuat bubur sumsum yang sebelumnya pernah kita buat namun tidak begitu berhasil. Setelah kembali melihat resep di internet, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba ‘versi kecil’ dari resep ini. Tanpa bantuan timbangan ataupun alat ukur lainnya, saya bulatkan tekad hi..hi..hi.. untuk membuat masakan ini.

Bahan tepung beras yang mestinya 100 gram, saya masukkan kira-kira 50 gram kedalam panci. Kira-kira versi saya ini benar-benar perkiraan saya semata berdasarkan pandangan mata :) . Lantas, santan 650 ml, saya masukkan sekitar kira-kira lebih dari 300 ml. Dan akhirnya garam secukupnya. Sebenarnya satu bahan lagi yakni daun pandan juga diperlukan berdasarkan resep ini, namun karena sulit sekali mencari daun pandan di Eindhoven, kita memutuskan untuk membuatnya seadanya saja. Oya, siapa saja yang bisa memberikan informasi dimana kita bisa beli daun pandan di Eindhoven sangat kita terima… :)

Seterusnya saya tinggal mengikuti saja langkah-langkah yang dibutuhkan sebagaimana yang tertera di resep tersebut. Walhasil, setelah setengah jam lebih mengaduk-aduk, mulai tampak adonan ini membentuk bubur sumsum seperti yang kita inginkan. Berbeda sekali dengan waktu pertama kali saya buat. Adonan kali ini benar-benar membentuk bubur sumsum dengan sempurna, kalau boleh dibilang begitu :) . Walaupun sebenarnya saya benar-benar tidak yakin akan rasanya.

Setelah bubur sumsum, selanjutnya saya buat saus gula aren ‘versi kecil’ sebagaimana yang tertulis dalam resep. Setelah mengikuti pentunjuk dan tahap-tahapnya, akhirnya saus ini jadi juga. Dan kemudian, bubur sumsum serta saus gula aren ini saya masukkan bersama-sama dalam satu mangkuk.

Setelah selesai, saya mencobanya terlebih dahulu. Maklum, saya ngga begitu yakin walaupun tampaknya sih cukup menyakinkan sebagaimana yang terlihat di foto :) . Dan, waduh, kok uenak tenan ya. Rasanya benar-benar seperti bubur sumsum yang pernah saya makan dulu. Ngomong-ngomong, kapan ya terakhir saya makan bubur sumsum? :) Selanjutnya, saya minta Nelly juga mencoba bubur sumsum ini, dan ternyata dia juga cukup wah dengan hasilnya. Lantas, tanpa banyak komando, bubur sumsum yang cuma semangkuk itu kita habiskan berdua dalam waktu kurang dari 15 menit. Puas rasanya melihat istriku ini menikmati sekali bubur sumsum yang saya buat. Mungkin lain waktu, kalau ada resep lain yang Nelly inginkan, pastinya saya akan segera coba. Ehm, jadi lebih pede masak nih… :)

Eindhoven, 20 Juli 2008

Referensi:

http://www.dunia-ibu.org/html/bubur_sum_sum.html



8 Responses to “Bubur Sumsum Sore-Sore”  

  1. 1 nelly

    ehm ehm,
    hebat euyyy
    :)
    bangga saya :) hahahahhaa
    ternyata harus dirayu dulu ya????????:) besok bikinin bakwan donk huuhhuhuhu

  2. 2 lesky

    hi..hi..hi… siaaapp

  3. 3 anggi

    hihihi lucu amat sih berdua…kayanya enak tuh buburnya..kirim dong hehe
    abis masak-masakkan trus dokter-dokteran ga ya? :p

  4. Hmm…tampaknya skill bung lesky sudah berkembang…

  5. 5 lesky

    Iya nih sam, setelah mendapat wejangan2 dari Nelly, akhirnya jadi juga bubur sumsum hasil karya anak bangsa.. he..he..he..

  6. 6 ian aka yanuar

    kalo daun pandan mah banyak, tinggal metik di belakang kampus..maksudku kampus gundar hahaha…
    piye kabare bro’ ? gak pernah nongol di ym-ku.

  7. 7 ian aka yanuar

    les..fs-mu gak iso dibuka, gmn nih…

  8. 8 lesky

    he..he..he.. andaikan tinggal metik aja bisa. Kbr gw baik Yan. Nongol sih di YM, cm jamnya aja yg ga pas :-)


Leave a Reply